Rabu, 06 Februari 2013

Pencemaran Air Sungai di Karang Mumus di Samarinda

KATA PENGANTAR
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “Pencemaran Air di Sungai Karang Mumus di Samarinda”. Walaupun dalam penyusunan makalan ini masih banyak kekurangannya. Penyusunan makalah ini untuk memenuhi tugas “Baku Mutu Lingkungan”. Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh sebab itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Agustina sebagai dosen mata kuliah baku mutu lingkungan, orang tua yang memberikan dukungan kepada kami, teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Kami mengharap kritik yang bersifat membangun dari berbagai pihak demi penyempurnaan penyusunan makalah. Semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi kami sebagai penyusun pada khususnya dan pembaca pada umumnya yang berhubungan dengan pencemaran air sungai.






Penyusun


DAFTAR ISI
Kata pengantar…………………………………………………………………………………
Daftar isi………………………………………………………………………………………..
Bab 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang …………………………………………………………………….
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………
1.3 Tujuan Penelitian…………………………………………………………………..
Bab 2 HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1 Hasil Penelitian……………………………………………………………………..
2.2 Pembahasan……………………………………………………………………….
Bab 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………
3.2 Saran………………………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………


BAB 1
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari – hari kita membutuhkan air yang bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan kepentingan lainnya. Air yang kita gunakan harus berstandar 3B yaitu tidak berwarna, tidak berbau dan tidak beracun. Tetapi banyak kita lihat air yang berwarna keruh dan berbau sering kali bercampur dengan benda – benda sampah seperti plastic, sampah organic, kaleng dan sebagainya. Pemandangan seperti ini sering kita jumpai pada aliran sungai, selokan maupun kolam-kolam. Air yang demikian disebut air kotor atau air yang terpolusi. Air yang terpolusi mengandung zat-zat yang berbahaya yang dapat menyebabkan dampak buruk dan merugikan kita bila dikonsumsi.
            Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, keehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.
            Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air, tanah, dan sungai pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.
            Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

B.   Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan pencemaran Lingkungan?
2.    Mengapa Sungai Karang mumus dapat tercemar ?
3.    Bagaimana kesehatan masyarakat yang menggunakan air sungai di sekitar sungai karang mumus di jalan SungaiDama Samarinda?
C.   Tujuan Penulisan
1.    Agar manusia lebih dapat memahami bahaya polusi air.
2.    Agar dapat membedakan air bersih dan air yang sudah tercemar.
3.    Dapat lebih berhati – hati dalam menggunakan air yang bersih dan yang terpolusi.
4.    Dapat mengetahui kandungan air yang terpolusi.


BAB 2
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, didapat hasil sebagai berikut :

NAMA
Menggunakan Air Sungai?
Keadaan Kesehatan
Penyakit yang sering diderita
Ibu Rosmini
Tidak
Sehat
Tidak ada
Better Darmawan
Kadang-kadang
Sehat
Gatel-gatel
Tabel  : Data wawancara terhadap warga jalan SungaiDama Samarinda

B.   Pembahasan
Berdasarkan data diatas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan air sungai karang mumus sekarang sudah tidak lagi duganakan untuk konsumsi melainkan hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci pakaian dan mandi.
Pada narasumber pertama yaitu ibu Rosmini tidak menggunakan  air sungai buat kegiatan sehari-hari dikarenakan nara sumber disediakan air PDAM karena narasumber berkediaman di angunan dimana tempat IPAL bagi masyarakat karang mumus.
Pada narasumber kedua yaitu Saudara Better Darmawan dulu sering menggunakan air sungai untuk kegiatan sehari-hari bahkan sampai dikonsumsi, tapi karena sekarang sudah terdapat air PDAM maka narasumber sudah tidak lagi menggunakan air sungai untuk dikonsumsi.

Ada beberapa cara untuk mengendalikan pencemaran air. Pengenceran dan penguraian pulutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang acrob, jadi air tanah yang tercemar dalam waktu yang sangat lama, walaupun tidak ada bahan pencemar yang masuk. Karena ini banyak usaha untuk menjaga agar tanah tetap bersih misalnya :
1.    Menempatkan daerah industry atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman.
2.    Pembuangan limbah industry diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem.
3.    Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat – zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran.
4.    Memperluas gerakan penghijauan.
5.    Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran  lingkungan memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya.
DAS Karang Mumus merupakan salah satu ruang kehidupan bagi masyarakat kota Samarinda. Kawasan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan kota, namun juga madih menyisakan bencana ekologi bila tidak dilakukan pengelolaan dngan baik.
Sebuah perencanaan pengelolaan akan dapat dikatakan berhasil apabila telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaanny. Kota samarinda sudah selayaknya memulai untuk berdisiplin untuk mengelola kota, agar tak terjadi permasalahan banjir lagi di Kota Samarinda.


BAB 3
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari uraian makalah ini adalah sebagai berikut :

·         Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energy, unsur atau komponen-komponen lain ke dalam lingkungan akibat aktivitas manusia ataupun prose alami.
·         Polusi air adalah peristiwa masuknya zat, energy, unsur, atau komponen-komponen lain ke dalam air sehingga kualitas air terganggu.
·         Sumber polisi air antara lain limbah rumah tangga, sampah masyarakat, limbah pertanian, limbah industry, dan sebagainya.
·         Akibat yang ditimbulkan dari polusi air adalah banjir, merusak system organ manusia, menimbulkan berbagai bibit penyakit, kanker, kelahiran bayi cacat dan lain-lain.

B.   SARAN
Sebaiknya para masyarakat di bantaran sungai karang mumus jalan SungaiDama tidak mengonsumsi air sungai dan segera menggunakan air ledeng/PDAM agar mengurangi dampak terjangkitnya penyakit bagi para masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA
Fadli, Ade.2007.http://timpakul.web.id/karangmumus-2.html diperoleh pada tanggal 13 November 2012

LAMPIRAN


(Sumber dari Internet)



(Sumber dari Internet)

(Sumber dari Internet)

Description: http://htmlimg1.scribdassets.com/80z3hxpxmo1ina33/images/9-4ac38720f7.jpgDescription: http://htmlimg1.scribdassets.com/80z3hxpxmo1ina33/images/9-4ac38720f7.jpg
(Sumber dari Internet)

(hasil penelitian)

(hasil penelitian)

(hasil penelitian)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar